Keringatmu yang bercucuran bagaikan tetesan yang tiada henti
Pertumpahan darahmu di medan perang sebagai tanda pengorbanan
Dengan gigih kau tembus palang baja yang tak terobohkan
Berselimut semangat yang tak bisa mati
Bambu runcing yang menjadi saksi temanmu berjuang
Tak kau pedulikan badanmu yang mulai rapuh
Namun doa dan semangat tetap kau utamakan
Demi tanah air ini
Hingga akhirnya penderitaan mulai terbayarkan
Kemiskinan mulai terberantaskan
Lahan ini mulai kembali pulang
Burung mulai bernyanyi dengan tenang
Kini negaraku mulai bersinar
Terimakasih pahlawanku
Merdeka sudah digenggaman
Perjuangan itu takkan ku sia-siakan
Pertumpahan darahmu di medan perang sebagai tanda pengorbanan
Dengan gigih kau tembus palang baja yang tak terobohkan
Berselimut semangat yang tak bisa mati
Bambu runcing yang menjadi saksi temanmu berjuang
Tak kau pedulikan badanmu yang mulai rapuh
Namun doa dan semangat tetap kau utamakan
Demi tanah air ini
Hingga akhirnya penderitaan mulai terbayarkan
Kemiskinan mulai terberantaskan
Lahan ini mulai kembali pulang
Burung mulai bernyanyi dengan tenang
Kini negaraku mulai bersinar
Terimakasih pahlawanku
Merdeka sudah digenggaman
Perjuangan itu takkan ku sia-siakan
bagus puisinya jun
ReplyDeleteBagus puisinya
ReplyDeleteTapi menurutku, bait pertama kalimatnya kepanjangan
Bagus puisimu Jun, :D diksinya okelah
ReplyDeletediksinya bagus, Juni ^_^
ReplyDeletebuat lagi yang lain yaa~
Wah, juni ada bakat nulis nih. Diksinya udah oke + pas banget.
ReplyDeletebagus juniii kecee
ReplyDeletebagus sekali juni :D
ReplyDeletekeren ceritamu jun, bagus bagus
ReplyDeletebgus jun :D
ReplyDeletebagus junii , keren
ReplyDeletenice jun
ReplyDeletekeren nek
ReplyDelete